Sabtu, 03 April 2010

Tips membeli motor dari koran


Apabila anda berminat membeli kendaraan roda dua bekas yang ada cari dari koran. Ada baiknya anda melakukan tips-tips di bawah ini :
1. Tentukan dulu motor yang anda inginkan
2. Cek harga pasaran motor tersebut
3. Beli lah Koran se pagi mungkin, hal ini dimaksudkan karena untuk membeli motor bekas dari koran, anda akan berlomba-lomba dengan showroom untuk mendapatkan motor yang sama.
4. Ada baiknya jika anda sudah menemukan motor tersebut dari kolom koran. Sewaktu anda mengecek langsung ke alamat motor tersebut anda jangan langsung tertarik pada barang yang pertama. anda bisa mengecek lagi ke motor yang kedua ato kemudian, tp jika minimal udah tiga motor yang telah anda kunjungi sekiranya ada motor yang betul-betul mulus. anda bisa langsung menjatuhkan pilihan.
5. Cek keadaan motor tersebut. mengecek motor bisa dilakukan pengecekan dari bodi luar dan bagian dalam mesin.
6. Cek juga penjual motor tersebut. Kata pepatah yang saya ciptakan sendiri "Motor cerminan dari empunya".

Kamis, 01 April 2010

Pendidikan, Minat dan Bakat

Perlu adanya tindakan yang sangat serius pada bidang pendidikan, mungkin bisa dialamatkan kepada STAKEHOLDER yang berwenang di bidangnya juga tentu saja dari pemerintah. Pendidikan sekarang menurut saya terkesan monoton dan mentok seusai kegiatan pendidikan di sekolah berakhir. Ini diakibatkan seseorang yang menempuh pendidikan sejak awal SD-SMP-SMA-Perguruan Tinggi hingga akhir pendidikan menurut saya tidak mempunyai kekuatan untuk dapat mendidik kearah kepribadian yang kuat untuk siswanya. Akibatnya seseorang yang terdidik tersebut tidak bisa menemukan jatidirinya untuk bisa fight dan survive di masa-masa mendatang.
Jatidiri bisa dikaitkan kepada minat dan bakat yang seseorang punyai untuk diasah sedemikian rupa agar dapat digunakan lebih berguna dan bermutu dari yang tidak diasah sejak dini. Alangkah baiknya jika system pendidikan nasional kita dapat memberikan wadah untuk menampung minat yang dipunyai seorang anak tersebut. Apapun jenisnya minat yang dimiliki oleh para siswa harus di dukung bukan hanya dalam pendidikan formal saja yang diadakan di jam-jam pelajaran juga mesti adanya kerjasama dengan sekolah lain yang menampung para siswa yang mempunyai minat dan bakat yang sama. Agar mereka mempunyai komunitas untuk mendukung kegiatan tersebut.
Persaingan kini semakin terbuka, dunia saat ini dapat dengan cepat dikelilingi. Hal-hal sekecil apapun yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi yang ditunjang oleh tempaan dari sejak kecil dikarenakan adanya dukungan dari berbagai pihak di Negara kita ini. Kelak akan mendapat penghargaan yang setinggi tingginya dari dalam negri juga dapat bersaing dengan luar negeri juga. Penghargaan tersebut bukan hanya penghargaan secara simbolis, akan tetapi penghargaan lainnya dapat juga berbentuk penghargaan dengan materi yang nantinya diharapkan dapat menjadi sumber penghidupan siswa di masa yang akan datang.
Oleh karena itu untuk dapat bisa bersaing di suatu bidang yang spesifik, harus ada kesiapan untuk system pendidikan kita ini. Dimulai dari adanya pihak dari pemerintah pada bidang pendidikan, yang sangat kompeten. Perlu juga dipilih jenis-jenis kegiatan minat dan bakat, hal yang harus diperhatikan adalah masa depan dari kegiatan yang diusung oleh siswa yang terlibat didalamnya.

Hitam Putih


Dalam kehidupan, saya mencoba mengkatgorikan orang itu menjadi 2 bagian. Yaitu orang bersih dan orang yang tidak bersih. Bersih yang saya maksudkan yaitu bersih hati, bersih dengan tindakan, bersih dengan perbuatan, bersih bertingkahlaku ataupun bisa saya sebut seseorang yang tidak mempunyai pemikiran menyimpang terhadap orang lain. Sedangkan orang yang tidak bersih dapat saya katogorikan sebagai seseorang yang mempunyai pemikiran dangkal, bertingkahlaku tidak professional, hati yang kotor, tidak dapat menghargai oranglain atau bisa disebut juga mempunyai pemikiran menyimpang terhadap orang lain.
Orang-orang yang mapan secara intelektual, mapan secara harta maupun mapan secara fisik dan kaya secara apapun juga terkadang tidak dikaruniai identitas “bersih” dalam dirinya. Akibatnya menurut saya mereka adalah seorang parasit, seorang penjilat, seorang pecundang, seorang penghianat bagi orang lain.
Cobalah berfikir secara logika, apakah orang seperti ini pantas hidup di tengah-tengah masyarakat kita?
Maka dari itu cobalah hargai apa yang dilakukan orang lain, kemudian jujurlah kepada hati nurani, apakah yang dikerjakan oleh orang lain tersebut baik atau tidak.

Seberapa anda serius akan Cita-cita


Melanjutkan posting terdahulu yang berjudul fokus, penulis mencoba melanjutkan kembali dan memaparkan ke arah yang lain dari pengertian fokus tersebut.
Apakah anda mempunyai cita-cita? jika jawabannya adalah iya, Seberapa banyak pekerjaan yang anda lakukan, seberapa rajin anda bekerja, dan seberapa liter keringat yang anda keluarkan. jika anda tidak bekerja untuk cita-cita anda dimasa yang akan datang, tetap saja pekerjaan yang anda kerjakan saat ini tidak akan pernah ada gunanya.
Seriuskah anda untuk menggapai cita-cita anda? jika anda benar-benar serius! maka jawabannya lakukan hal yang berguna untuk cita-cita anda, walpun itu sulit. seperti pepatah sunda " Nyaho can tangtu bisa, bisa can tangtu tuman, tuman can tangtu ngajadi". (tahu belum tentu bisa, bisa belum tentu biasa, biasa belum tentu berbuah hasil). Lupakan hal-hal yang tidak akan mendukung cita-cita di masa yang akan datang, hal tersebut bisa memunculkan pilihan yang lebih banyak di suatu saat.
Menggali kembali dari pengertian 'fokus', jika anda tidak banyak memilih pilihan yang tersedia di dunia ini dan selalu bekerja keras di bidangnya, suatu saat anda akan menjadi seseorang yang ahli di bidangnya.
Kembali ke pertanyaan di atas, jika anda tidak mempunyai cita-cita maka bersiaplah untuk tidak akan di anggap manusia di lingkungan kita.

EQ


Dijaman segala kegiatan berjalan secara lebih kompleks, persaingan yang sangat mengerucut IQ tidak lagi bisa menjadi patokan seberapa orang akan berfikir secara cerdas. EQ hendaknya di kedepankan untuk menghadapi tantangan dewasa ini.
EQ yang penulis maksud yaitu kecerdasan mengenali diri sendiri, mengenali orang lain, membaca situasi sosial, mengendalikan emosi dan hal yang lainnya. IQ adalah bawaan genetik sejak lahir dan akan matang di kala pra-umur 23, sedangkan EQ akan terus-menerus berkembang sampai akhir hayat jika terus dilatih .
Seberapa tinggi orang mempunyai IQ, tak akan banyak berguna jika EQ nya rendah. Karena jika orang itu semisal di berikan hadangan masalah, lalu orang tersebut tidak mengendalikannya (karena EQ nya rendah). maka dia tak akan bisa menyelesaikan masalah tersebut, disebabkan emosinya tak terkendali.
Oleh karena itu sejak dari sekarang jangan hanya IQ yang di asah, EQ juga penting sekali untuk di mainkan.